Flashdisk Bootable

Flashdisk bootablebikinidcard.com. Ketika akan menginstall system operasi baik Windows maupun Linux pada computer/laptop umumnya menggunakan CD. Namu, jika computer/laptop tidak ada DVD ROM-nya maka instalasi dapat dilakukan melalui flashdisk bootable. 

Flashdisk Bootable Adalah…

Flashdisk bootable adalah flashdisk yang sudah diformat agar dapat digunakan untuk booting pada computer/laptop seperti halnya CD dan hardisk. Ia berasal dari flashdisk biasa. Flashdisk merek dan jenis apapun dapat dijadikan bootable. 

Flashdisk Bootable Windows 10

Jika laptop/komputermu tidak memiliki DVD ROM, kamu dapat menginstal ulang Windows 10, Windows 7 maupun system operasi lainnya menggunakan aplikasi pihak ketiga bernama rufus

Perlengkapan yang diperlukan:

  1. File ISO Windows 10 maupun system operasi lainnya.
  2. Aplikasi rufus (besarnya hanya 1.1-2 MB).
  3. Flashdisk minimal kapasitas 4 GB. 

Langkah membuat flashdisk bootable:

  1. Tancapkan flashdisk pada USB port computer/laptop. Tunggu hingga flashdisk terdeteksi
  2. Jika sudah terdeteksi, buka aplikasi rufus. Akan muncul tampilan seperti gambar berikut:

flashdisk bootable

  1. Pada bagian  Device, pilih flashdisk yang tadi sudah kamu tancapkan.
  2. Pada Boot Selection, akan muncul beberapa pilihan,  pilih “Disk or ISO image”.  Selain pilihan tersebut, terdapat pilihan lain untuk menginstall Linux. Namun, jika kamu akan menginstal Linux menggunakan file ISO maka tetap pilih “Disk or ISO Image”
  3. Kemudian di samping Boot Selection terdapat “SELECT” klik tombol tersebut, lalu pilih file ISO Windows/Linux yang akan diinstall. 
  4. Pada form Volume Label, ketikkan secara manual jenis system operasi sesuai dengan yang akan diinstal. 
  5. Lalu pada form FILE SYSTEM, pilih FAT32 (jenis file system untuk flashdisk). Sementara NTFS dan EXT2/EXT3 untuk hardisk.  
  6. Centang tulisan “QUICK FORMAT” dan tulisan “CREATE EXTENDED LABEL AND ICON FILES”.
  7. Lalu klik tombol “START”.
  8. Rufus sedang mengubah flashdiskmu agar bisa menjadi bootable. Tunggu hingga proses selesai. Jika sudah selesai aka nada pemberitahuan. 
  9. Jika sudah selssai, saatnya mengecek apakah flashdisk tersebut berhasil jadi bootable atau tidak caranya dengan memindahkan priority booting pada bios dari hardisk ke flashdisk. 
  10. Restart laptop/computer. Lalu masuk ke bios computer/laptop, caranya berbeda-beda, tergantung merek motherboard/laptop, umumnya dnegan menekan tombol delete (del) maupun F11 secara terus menerus. 
  11. Kemudian cari menu “BOOTS”. Akan muncul pilihan prioritas boot computer/laptop. Jadikan flashdiskmu sebagai 1st priority. Simpan pengaturan bios. 
  12. Komputer/laptop akan melakukan booting.
  13. Bila berhasil maka akan muncul tampilan instalasi Windows/Linux. Jika langsung masuk ke desktop Windows/Linux berarti flashdisk gagal menjadi bootable. 

Flashdisk Bootable CMD

Selain menggunakan rufus, kamu juga dapat membuat flashdisk bootable menggunakan command promt (CMD).  Berikut langkah-langkahnya.

  1. Tancapkan flashdisk pada USB port.
  2. Buka CMD dengan mengetikkan “command prompt” kotak pencarian yang terdapat pada taskbar Windows.
  3. Lalu ketik “list disk”, tekan enter.
  4. Akan muncul daftar flashdisk dan disk lain yang terpasang. Nama disk tidak akan sesuai dengan nama flasdiskmu, melainkan akan bernama Disk 0 hingga Disk 3. Untuk mengetahui yang mana flashdiskmu, lihat saja kapasitasnya. 
  5. Lalu ketik “Disk sekian (sesuaikan yang mana flashdiskmu)”, enter.
  6. Ketik “clean” lalu enter untuk menghapus semua data pada flashdisk
  7. Lalu ketik “create partition primary”, enter
  8. Lali ketik “active”, enter.
  9. Format menjadi FAT32, dengan cara ketik “format fs=fat32 label=(nama label bebas, misalkan Windows 10) quick” lalu tekan enter. 
  10. Selanjutnya buka Windows Explore. Cari file ISO Windows/Linux yang akan kamu install. Mount file iso tersebut. Lalu pindahkan/copu seluruh hasil mount file ISO tersebut ke flashdisk.
  11. Selesai. 
  12. Saatnya lakukan tes dengan cara mengubah prioritas booting computer/laptop melalui bios. 

Flashdisk Bootable Tidak Terdeteksi

Ada dua penyebab kenapa flashdisk yang sudah bootable tidak terdeteksi, yaitu:

  • Flashdisk Rusak

Coba kamu tancapkan flashdisk tersebut pada computer/laptop lain. Lalu set menjadi prioritas booting computer/laptop yang berbeda. Jika masih tidak terdeteksi berarti flashdisk rusak. Kamu harus menggantinya dengan flashdisk baru lalu membuat bootable lagi. 

  • Pengaturan BIOS

Jika ternyata pada computer/laptop lain terdeteksi sementara pada computer/laptop sebelumnya tidak terdeteksi, kemungkinan terjadi kesalahan pada pengaturan BIOS, yaitu dengan menonaktifkan (disable) Secure Boot.  Caranya adalah:

    • Masuk ke menu “MAIN” pada BIOS
    • Cari tulisan “Set Supervisor Password”, enter.
    • Buat password Supervisor. Kamu akan diminta untuk memasukkan 2x. 
    • Jika password supervisor sudah dibuat, masuk ke menu “BOOT”
    • Masuk ke konfigurasi “Secure Boot”. Pilih opsi “disable”.
    • Jika diminta memasukkan password, maka ketik password yang tadi sudah kamu buat. 
    • Lalu save dan exit dari BIOS. 
    • Lakukan booting lagi. Bila berhasil maka akan muncul tampilan instalasi system operasi. 

Agar flashdisk bootable awet maka kamu harus menggunakan flashdisk dengan chip yang berkualitas. Kamu bisa mendapatkannya di Bikinidcard.com. Informasi lebih lanjut silakan kunjungi website kami bikinidcard.com

logo bikinidcard putih
  • ALAMAT KANTOR

Bikinidcard
Jl. Nyi Agengnis No. 550, KG 1, Kel. Rejowinangun
Kec. Kotagede, Yogyakarta 55171

Google Maps :
(Klik langsung disini)

  • HARI DAN JAM KERJA

Buka: Senin – Sabtu
Jam: 09:00 – 17.00 WIB

Copyright © 2018 Bikinidcard.com | Registered under PT Bisa Bikin Sejahtera